Cara Dual Boot Android dan Windows di Laptop

Bagi kamu pengguna laptop atau komputer Windows yang ingin menjalankan aplikasi Android di perangkat milikmu biasanya akan menggunakan emulator Android sejenis Bluestacks. Namun tahukah kamu, bahwa ada juga cara lain untuk melakukannya, yaitu dengan dual boot Windows dan Android.

Jika kamu termasuk salah satu pengguna laptop yang suka menggunakan dual boot Sistem Operasi pada satu perangkat, berikut RajaTutorial berikan beberapa informasi yang bisa membantu kamu untuk mempelajari cara memasang dual boot sistem Android dan Windows pada satu perangkat laptop atau komputer PC.

Keuntungan Dual Boot Android dan Windows

Meskipun proses dual boot sedikit memakan waktu, namun kinerjanya secara keseluruhan masih lebih baik dari pada menjalankan aplikasi Android menggunakan emulator. Apalagi terkadang emulator Android tidak dapat menjalankan beberapa aplikasi tertentu.

cara dual boot laptop windows dan android

Cara Dual Boot Windows dan Android

1. Download File ISO Android x86

Kamu bisa mendapatkan file ISO Android x86 pada situs web resmi sistem operasi Android x86. Silahkan kamu buka halaman rilis terbaru Android x86 pada situs web tersebut.

Kemudian pilih tombol download melalui Fosshub atau OSDN untuk mendapatkan file ISO Android x86. Di halaman ISO OSDN, pilih android-x86-9.0-r2.iso, yang merupakan file ISO Android x86 64-bit. Setelah itu, lanjutkan untuk mengunduhnya.

Pada halaman ISO Fosshub, pilih file ISO Android-x86 64-bit lalu lanjutkan untuk mengunduhnya. File ISO yang kamu download pada kedua halaman mirror tersebut pada dasarnya adalah sama.

2. Download Flashing Tool

Setelah pengunduhan file ISO Android x86 selesai, langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah mendownload flashing tool. Flashing tool atau alat flashing terbaik untuk proses ini adalah Rufus.

Untuk mengunduhnya, silahkan kamu buka situs web resmi Rufus. Flashing tool ini berguna untuk membuat flash drive / flashdisk yang bisa di-boot (bootable). Pada halaman download resminya, kamu dapat memilih versi terbaru yang dirilis Rufus, lalu download file tersebut.

3. Flash Android x86 ISO ke USB Flash Drive

Untuk mem-flash, buka download, lalu buka Rufus yang sudah kamu download tadi, lalu jalankan. Setelah file berhasil dieksekusi, maka akan menunjukkan kotak dropdown yang menunjukkan perangkat kosong. Langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah memasukkan perangkat Flashdisk (Flash Drive) ke dalam slot USB pada komputer atau laptop.

Maka Rufus flashing tool akan mendeteksi Flashdisk yang telah kamu masukkan, dan kamu akan melihat daftar pada kotak dropdown Device. Setelah itu, klik Select lalu buka file ISO Android x86 yang sudah kamu download sebelumnya.

Pilih pada label default untuk Flashdisk atau jika perlu ganti saja namanya, lalu klik Start. Untuk kompatibilitas, izinkan Rufus mengunduh file sistem tambahan lalu klik OK untuk melanjutkan. Pilih Write in ISO image mode lalu klik OK untuk melakukan flashing pada Flashdisk.

Ketika Flashdisk berhasil di-flash, lalu klik Close apabila jendela Rufus telah menampilkan status “Ready”.

4. Partisi Windows untuk Mengosongkan Ruang Disk

Partisi dapat membantu mengatur file, aplikasi, dan folder ke dalam beberapa drive virtual lalu memberikan fungsionalitas multi-drive kepada sistem perangkat yang kamu gunakan. Buka Disk Management dengan cara mengklik tombol Windows + X pada keyboard, lalu pilih Create and Format Hard Disk Partitions.

Dari daftar harddisk yang muncul, pilihlah yang ingin kamu bagi partisinya — Klik kanan lalu pilih opsi Shrink untuk mengosongkan ruang disk. Masukkan berapa besar ruang kosong yang ingin kamu alokasikan sebagai penyimpanan, lalu tunggu hingga prosesnya selesai. Maka kamu akan melihat ruang baru yang tidak terisi di sebelah drive yang sesuai.

5. Boot dari Flashdisk Bootable

Untuk melakukannya, restart laptop atau komputer. Lalu masuk ke pengaturan BIOS atau UEFI pada boot sistem dengan cara menekan tombol tertentu sesuai merek dan model perangkat (F12, F10, Esc, atau F9) tergantung pada model komputer atau laptop yang kamu gunakan. Buka pengaturan perangkat boot lalu pilih boot from the USB Drive.

Simpan pengaturan, kemudian tekan Esc untuk keluar dari pengaturan BIOS / UEFI. Maka laptop akan restart dan kemudian menampilkan daftar perangkat bootable. Pilih Drive USB sebagai perangkat boot, lalu klik Enter pada keyboard.

6. Instal Android x86 di Laptop

Setelah laptop berhasil melakukan booting dari Drive USB, maka kamu akan melihat layar splash Android x86 ditampilkan. Klik Enter lalu lanjutkan ke instalasi dengan menekan Install Android-x86 to hard disk. Langkah ini akan memulai proses instalasi, dan daftar partisi yang ada akan ditampilkan.

Pilih partisi yang telah kamu buat sebelumnya, lalu klik Enter. Kemudian pilih ext4 sebagai sistem file untuk memformat dan melanjutkan. Tekan untuk menginstal boot loader GRUB lalu pilih Yes untuk mem-boot item pada Grub boot loader. Terima pengaturan default dan mulai instalasi.

Ketika sudah selesai, kamu akan diberikan pilihan untuk melakukan “Reboot” atau “Run Android x86”. Keluarkan Flashdisk kemudian reboot / restart laptop yang kamu gunakan. Setelah proses Reboot, maka sistem akan memberimu pilihan, apakah kamu akan boot ke Android x86 atau OS Windows (pilihan dual boot OS).

Alternatif untuk Dual-Boot Android dan Windows

Gunakan Bluestacks

Bluestacks adalah emulator paling populer yang dapat menjalankan aplikasi atau game khusus Android. Software ini berjalan pada komputer Windows yang sama seperti program Windows lainnya. Setelah menginstalnya, kamu bisa membuka dan menjalankannya pada laptop Windows. Program ini memungkinkan pemasangan aplikasi yang mudah dan ringan dari Google Play.

Meskipun performanya tidak sebanding dengan dual-boot OS Android dan Windows, namun cukup stabil dan cocok bagi pengguna biasa. Tidak seperti kebanyakan emulator lainnya, kelebihan utama dari emulator Bluestacks adalah kemudahan dalam proses instalasi dan kecepatan yang cukup baik. Kamu juga bisa mencoba emulator lain seperti YouWave dan Windroy yang juga cukup stabil performanya saat digunakan.

Emulator Android Resmi Google

Emulator ini adalah bagian dari SDK Android dan sebagian besar digunakan oleh para pengembang / developer Android untuk menguji aplikasi buatan mereka. Program ini memberi akses ke pengaturan sistem operasi Android secara lengkap, dan kamu dapat menjalankannya dalam laptop Windows.

Emulator resmi dari Google ini sejatinya dibuat khusus untuk menguji aplikasi dan versi Android terbaru tapi bukan untuk penggunaan aplikasi normal. Karena performanya agak lambat, jadi emulator Android satu ini tidak bisa digunakan untuk aktivitas seperti bermain game. Untuk menginstal dan menjalankannya, silahkan download Google Android SDK.

Android pada Arsitektur Intel (Android-IA)

Laptop atau komputer berbasis Intel baru dengan firmware UEFI menggunakan arsitektur ini untuk menjalankan Android. Android-IA hadir dengan Installer yang memungkinkan kamu melakukan dual boot Android dan Windows pada laptop yang sama.

Proyek ini tergolong masih baru dan belum stabil. Selain itu, program ini juga masih belum berfungsi pada semua perangkat. Satu-satunya perangkat yang didukung secara resmi adalah Lenovo X220T dan X230T, Acer Iconia W700, dan Samsung XE700T. RajaTutorial.com tidak menyarankan kamu menginstal Android-IA, kecuali jika kamu memiliki perangkat yang didukung.

Kesimpulan

Dual-boot Android dan Windows pada laptop yang sama sebenarnya tidak terlalu rumit. Namun demikian, bukan berarti kamu bisa menjalankan kedua sistem operasi tersebut secara bersamaan. Kamu harus memilih dari dua OS untuk dijalankan, dan hanya dapat menggunakan satu sistem operasi pada satu waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *